Monday, 23 November 2015

Kau Aku dan Dia

Kau Aku dan Dia

Cinta wujud bersemi
tiga tahun mencintai
kau ada indahkan tawa
lenyapnya segala duka

Tika rancak jalan becerita
syaitan datang menduga
asyiknya bercinta hingga terlupa
syirik mendua Allah yang Esa
lama melangkah bersama
sekali tersadung tiada ubatnya
butanya hati serba tak kena
wujud benci dalam sayang
kelam hati mainan perasaan

Tidak tercapai makna cinta
hanya diturut bahagia sementara
jauh memisahkan kita
dia hadir pudarkan kenangan bersama
aku tersadai dek cintanya terhina
luka memarut rasa
bingung tiada punca
hadirnya engkau semula
walau engkau ditikam peristiwa
menarikku tegak berdiri di alam nyata
kerna putus tali keimanan
racuni hidupmu dengan sengsaraku

kau ku akui setia
aku yang sering berdusta
ku tahu jahil fikiranku
bodoh menilai erti cinta
jahilnya kita mengenal cinta diredha.. 

walau kebenaran dia terbuka
tidak memulihkan peristiwa lama
saat ini aku masih sakit teruji
hikmah membersihkan hati yang berdaki
bersabar walau dicaci dan disakiti
mainan jin dan syaitan yang mengapi-api
belajar memperbaiki diri
menjadi muslimah sejati
menjaga maruah diri
  
 Tuhan memisahkan kita
tiada perancangan sebaik Dia
alasan yang diterima sebaiknya
memulihkan perasaan yang hina
hapuskan benci,cemburu dan nafsu meraja

kini aku sedar apa erti Redha
Redha dalam ketentuanya
Tenang menghadapi dugaan
Tidak menyalah juga bersalah
Tidak menyumpah ketika marah
Tidak mendustai dengan amanah
Tidak gentar bila difitnah
Tidak meratap tika bersedih
mempersiap diri untuk berserah
Taufik hadir dari Allah

Nasihatku pada kau
Redhailah semua yang terjadi
Temuilah cinta yang diredhai
serahkan takdir Allah sebaiknya
kenangmu didalam doaku
Terima kasih menemuimu
jasamu kujunjung tinggi
moga Allah membalas bakti

Pesanku pada dia
jangan ditambah dosa yang ada
jangan mengikar laranganNya
jangan munafik ketika berbicara
jangan mensiakan amanah dariNya
jangan bersuka menganaiya wanita
jangan diulang kisah lama
berhenti mensyirikNya
kelak diri diduga
akibat dosa penyesalan juga
kembali bertaubat nasuha 
buka mata hatimu seluasnya
Tidak aku memendam rasa kecewa
hadirmu mengajar seribu makna

Kusyukuri nikmat yang kupunya
jasa keluarga tak terkira
Tuhanku, cukupkan aku menabur budi
memperbaiki kealpaan hati
menperoleh ketenangan hakiki..
jiwa yang tak pernah membosani
bergerak diatas suratan takdirMu.
























No comments:

Post a Comment